Oleh: Pit Gialoni | September 18, 2009

Derby Panas Dari Kota Manchester

Selama 128 tahun, Manchester United dan Manchester City sudah 151 kali bertemu di kompetisi resmi. Tapi derby Manchester kali ini dijamin berbeda. Semuanya karena City.

City yang sekarang adalah City yang berbeda dengan City yang kalah 61 kali dan ‘cuma’ menang 41 kali kala harus meladeni MU. The Citizens saat ini tidak lagi inferior di depan The Red Devils.

Datangnya sekelompok pengusaha kaya asal Uni Emirat Arab memang mengubah wajah City. Gelontoran uang minyak telah membuat City berubah; dari klub yang banyak berkutat di papan tengah menuju bawah menjadi klub penantang Big 4.

Bukti langsung tersaji di awal kompetisi. Berbekal pemain-pemain bintang berharga mahal seperti Emmanuel Adebayor, Kolo Toure dan Gareth Barry, pasukan Mark Hughes menyapu bersih empat pertandingan yang mereka lakoni dengan kemenangan.

Tentang kesahihan premis bahwa City adalah perusak dominasi Big 4 sudah sedikit terbukti ketika mereka menghantam Arsenal 4-2 pekan lalu. Ujian berikutnya hadir saat Adebayor dkk mengunjungi Old Trafford, Minggu (20/9/2090).

Menilik sisi prestasi, City memang inferior dibanding MU. City cuma mengoleksi dua titel divisi tertinggi Inggris, jauh bila dibanding koleksi 18 gelar milik MU.

Tapi itu semua adalah bagian dari sejarah. Faktanya sekarang, City jelas tidak bisa diremehkan. Meski MU harus mulai memperlakukan City seperti menghadapi partai final Liga Champions atau saat bertemu Arsenal, Liverpool atau City.

Bagi MU, partai melawan City ini akan menjadi upaya pembuktian bahwa uang tidak selalu bisa membeli prestasi. ‘Setan Merah’ yang tak melakukan pembelian besar ingin memperlihatkan kepada dunia kalau uang bukanlah segalanya.

Sementara bagi City, laga ini bisa jadi langkah pertama untuk lepas dari bayang-bayang nama besar MU. Mereka harus membuktikan pemasangan papan iklan bertuliskan ‘Welcome to Manchester’ dengan gambar Carlos Tevez yang berbaju biru langit sudah pantas dilakukan dan bukan sekadar bentuk perang urat syaraf.

Di luar atas nama gengsi rivalitas sekota, pertarungan derby ini belum memiliki arti yang terlalu signifikan bagi perjalanan Liga Inggris secara keseluruhan mengingat perjalanan liga baru masuk pekan keenam.

Chelsea Berat
Di luar MU, tiga tim tradisional Big 4 menghadapi kadar ujian yang berbeda-beda. Liverpool dan Arsenal menghadapi laga tak terlalu berat karena masing-masing akan mengunjungi markas West Ham United dan menjamu Wigan Athletic.

Laga yang berat justru akan dihadapi oleh Chelsea. Pertaruhan rekor 100 persen mereka akan tergelar dalam partai menghadapi Tottenham Hotspur di Stamford Bridge, Selasa (22/9).

Sebelum dihentikan MU pekan lalu, Spurs adalah satu-satunya tim selain Chelsea yang menjaga rekor 100 persen kemenangannya. Partai melawan Chelsea akan jadi ukuran apakah Spurs cuma bisa mengejutkan di awal atau masih bisa berbicara banyak di pekan-pekan selanjutnya.

(sumber : berita bola)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: